Sebelum fajar menyingsing, Rizky telah menonton lima episode berturut-turut. Ia merasa dunianya berubah. Ia tidak lagi melihat Sultan Abdul Hamid sebagai sekadar tokoh dalam buku teks yang kaku, atau figur antagonis dalam film Barat. Melalui subtitle yang "better" itu, ia melihat seorang kakek yang lelah namun tegar, seorang pemimpin yang dikhianati, dan seorang hamba Tuhan yang takwa.